Langsung ke konten utama

Jurusan X

Tidak terasa sudah hampir tiba waktunya meninggalkan SMA 2 Majene. Yap, bagi saya rasanya baru kemarin kami menjalani Masa Orientasi Siswa. Rasanya baru kemarin saya berkenalan dengan teman-teman MIA 5. Rasanya...

Ya.. rasanya begitu singkat.

Kini tibalah dipenghujung masa SMA ini. Tinggal 67 hari lagi kami akan menghadapi Ujian Nasional yang sudah menjadi budaya di Indonesia. Kalau ditanya soal 'sudah siapkah kamu menghadapi UN?', saya berharap bisa menjawab dengan 'ya, saya sangat siap' tapi nyatanya berkebalikan. 

Baiklah harusnya saya sadar untuk tidak membuang-buang waktu, segera offline dan mematikan laptop kemudian belajar untuk UN. Hanya saja, saya sedang tidak ingin melakukan apa-apa selain mengisi blog yang usang ini dengan tulisan murahan saya. (wkwk)

Oh ya, setelah lulus dari SMA saya berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang perkuliahan. Saya begitu berharap untuk bisa memasuki PTN lewat jalur SNMPTN meskipun saya sebenarnya juga sudah menyiapkan bimbel untuk SBMPTN nanti -apa salahnya berjaga-jaga?-

Mengenai jurusan, saya akan mengikuti keinginan orangtua dan saudara-saudara saya yang lainnya. RIDHO ORANGTUA ADALAH RIDHO ALLAH bukan begitu?. Mungkin akan ada orang yang berpikir 'lho, jangan terlalu berpegang dengan keinginan orangtua, toh yang nantinya menjalani adalah kamu sendiri bukan orangtuamu'. 

Benar memang. Yang menjalaninya adalah saya, bukannya mereka. Namun apa gunanya memilih jalan yang tidak orangtua saya ridhoi? bukankah artinya Allah juga tidak akan ridho?. Lalu apa guna memilih jalan yang tidak diridhoi Allah?


Toh, jika saya memilih jurusan X belum tentu saya sudah pasti lulus dalam pilihan tsb. Jika memang bukan jalan saya, baik itu lewat jalur SNMPTN, SBMPTN, bahkan mandiri pun saya tidak akan bisa masuk di jurusan tsb. 

Tapi jika nanti saya lulus untuk masuk ke jurusan itu, itu artinya jurusan tsb memanglah yang terbaik untuk saya dan saya percaya itu. Untuk saat ini, saya akan berusaha sebaik mungkin sambil berserah diri kepada Allah.

Sebenarnya jurusan X itu juga bukan hanya keinginan orangtua dan saudara-saudara saya. Tetapi juga dulunya menjadi cita-cita saya sewaktu kecil hingga sampai dibangku SMP. Setelah kelas 9, saya mulai ragu untuk terus memperjuangkan cita-cita itu. Dan entah mengapa beberapa hari yang lalu, cita-cita itu kembali datang dan saya merasa benar-benar ingin mencapainya. 

Bukan. Bukan karena gaji ataupun gengsi. Bukan itu. Melainkan tentang 'pengabdian' dan 'kemanusiaan'. 

Meskipun begitu saya juga masih punya cita-cita lain (seandainya saya tidak bisa masuk di jurusan itu) yaitu menjadi mahasiswi PKN-STAN. Lagi-lagi bukan karena gengsinya. Entahlah.. saya tidak memiliki alasan spesifik untuk masuk di kampus itu. Tapi keluarga saya juga merestui jika saya masuk disana meski jurusan X yang saya sebut tadi menjadi prioritas pertamanya. 


Baiklah, mari kita jalani dulu, setidaknya fokus pada Ujian Nasional terlebih dahulu dan berusaha sekeras mungkin. Selebihnya Allah yang maha kuasa atas segala sesuatulah yang menentukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SMA 1 Majene atau SMA 2 Majene? Bingung!

huft.. finally.. semua sdah terlewati dari UTS, Tryout, UAS sampai UN. sekarang sudah ga ketemu buku SMP lagi, ga ada ulangan harian lagi. lega akhirnya, tapi masih ada perasaan was-was menunggu pengumuman kelulusan yang rencananya tgl 1 Juni 2013. semoga saja hasilnya tidak mengecewakan. soal pelaksanaan UN di sekolahku, pada umumnya tdk ada kendala seperti lembar jawaban/soal yang rusak atau soal tertukar. meskipun begitu, soalnya (menurutku) terbilang sulit. apalgi matematika. hahaha.. sejak dulu saya paling bingung sama pelajaran yang satu ini. kalo guru menjelaskan materi sih, saya mengerti tapi tiap saya coba sendiri utk ngerjain soal matematikanya, saya tetap saja kewalahan. ya sudahlah, semuanya juga sudah terlewati, yang penting setelah SMA nanti saya harus bisa lebih baik daripda waktu SMP. aamiin btw, sampai saat ini saya masih  bingung mau melanjutkan sekolah dimana. teman-teman KHD kebanyakan mau lanjut sekolah di SMA 2 Majene. saya juga lebih memiih sekolah di SMA 2 ...

Sekadar Menyapa

Source : https://unsplash.com/photos/RfnWYWSQlws Hai, tidak terasa kini sudah memasuki bulan Oktober 2019. Itu artinya aku sudah menjadi mahasiswa semester 7 :) Sudah banyak hal yang kulewati selama menjadi mahasiswa di kampusku saat ini, dan salah satu yang terbaru adalah saya baru saja menyelesaikan KKN-P (Kuliah Kerja Nyata-Profesi) di salah satu desa yang berada di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Kini saya disibukkan dengan penyusunan proposal untuk tugas akhir dan semoga semuanya dimudahkan oleh Allah. Postingan setelah ini mungkin terlalu aneh ya HAHA. Tidak apa-apa, tulisan itu dibuat memang dengan sangat asal-asalan. Karena sejujurnya juga saya tidak begitu tahu ingin menuliskan apa, namun di sisi lain terlalu jahat rasanya jika saya memilih untuk meninggalkan blog ini :D Kenapa saya tidak mau meninggalkan blog ini? Karena rasanya menggemaskan ketika membaca ulang tulisan yang saya buat berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun yang lalu. Sambil mengingat-ingat...

contoh soal mengenai biaya peluang

Soal . 1.        Setelah lulus SMA Diana mendapat 2 tawaran pekerjaan pertama sebagai pelayan toko di dkt rumahnya dgn gaji 500 rb rupiah perbulan. Tawaran ke dua, sbgai pramusaji di sebuah restoran 900rb rupiah. Ketika diana memilih sbgai pelayan toko . tentukan yg mana merupakan biaya peluang Jawab : biaya peluangnya : diana menolak menjadi pramusaji di sebuah restoran 2.        Andika mempunyai uang jajan seribu rupiah. Dia ingin membeli permen karet yang harganya 200 perbiji. Dan permen coklat 100 perbiji. Dgn uang yang dimiliki, anda diminta utk membantu andika  dlm membuat berbagai pilihan .dgn mengisi tabel di bawah ini Jawab : Kombinasi barang yang di beli Perment karet Rp. 200/biji Permen coklat Rp. 100/biji Jumlah uang yang di keluarkan a 5 0 1000 b 0 10 1000 c 2 6 ...