Terkadang kita hanya butuh seorang teman, yang ada tanpa perlu dipanggil, yang menolong tanpa perlu memohon, yang siap mendengar tanpa perlu diminta. Sayangnya, beberapa bulan terakhir aku sering membaca berbagai kisah yang memilukan hati dari beberapa orang. Karena lingkungannya yang kurang suportif dan tidak ada simpati dari orang-orang sekelilingnya membuat semuanya menjadi terasa lebih kacau. Segelintir orang akan berpikir ratusan kali untuk sekadar ingin mencurahkan isi hati dan kepalanya kepada orang lain. Krisis kepercayaan yang dimiliki bukannya tidak berdasar. Kita sering kali bertindak terlalu apatis terhadap permasalahan orang lain (utamanya jika memang itu tidak ada sangkut pautnya dengan diri kita). Sebab lainnya seringkali karena ketidak mampuan kita untuk menjaga apa yang telah orang tsb curahkan untuk tetap menjadi privasi. Selain itu, seringkali kita juga tidak memberikan respon yang baik setiap saat seseorang berbicara tentang masalahnya. Kita semua perlu bel...
Melangkah itu melelahkan dan aku sangat tahu itu. Di ujung sana ada banyak hal-hal indah yang akan kugapai hanya jika terus melangkah, aku juga tahu itu. Sesekali mengeluh, sesekali singgah mengambil napas sejenak, terasa keringat bercucuran juga kaki yang mulai pegal. Tak apa, toh yang diimpikan sedang menunggu di ujung sana. Aku tahu perjalanan ini panjang dan aku hanya sendirian. Tapi aku teramat tahu, bahwa sebaik-baik teman adalah diri sendiri. Mencintaiku dengan begitu lebih, tanpa pernah mengenal tapi. Aku tahu. Aku tahu. Aku sangat tahu.