Langsung ke konten utama

Postingan

Yang Kau Butuh Sederhana

Terkadang kita hanya butuh seorang teman, yang ada tanpa perlu dipanggil, yang menolong tanpa perlu memohon, yang siap mendengar tanpa perlu diminta. Sayangnya, beberapa bulan terakhir aku sering membaca berbagai kisah yang memilukan hati dari beberapa orang. Karena lingkungannya yang kurang suportif dan tidak ada simpati dari orang-orang sekelilingnya membuat semuanya menjadi terasa lebih kacau. Segelintir orang akan berpikir ratusan kali untuk sekadar ingin mencurahkan isi hati dan kepalanya kepada orang lain. Krisis kepercayaan yang dimiliki bukannya tidak berdasar. Kita sering kali bertindak terlalu apatis terhadap permasalahan orang lain (utamanya jika memang itu tidak ada sangkut pautnya dengan diri kita). Sebab lainnya seringkali karena ketidak mampuan kita untuk menjaga apa yang telah orang tsb curahkan untuk tetap menjadi privasi. Selain itu, seringkali kita juga tidak memberikan respon yang baik setiap saat seseorang berbicara tentang masalahnya. Kita semua perlu bel...
Postingan terbaru

Tak Ada Pilihan Selain Melangkah

Melangkah itu melelahkan dan aku sangat tahu itu. Di ujung sana ada banyak hal-hal indah yang akan kugapai hanya jika terus melangkah, aku juga tahu itu. Sesekali mengeluh, sesekali singgah mengambil napas sejenak, terasa keringat bercucuran juga kaki yang mulai pegal. Tak apa, toh yang diimpikan sedang menunggu di ujung sana. Aku tahu perjalanan ini panjang dan aku hanya sendirian. Tapi aku teramat tahu, bahwa sebaik-baik teman adalah diri sendiri. Mencintaiku dengan begitu lebih, tanpa pernah mengenal tapi. Aku tahu. Aku tahu. Aku sangat tahu.  

Sekadar Menyapa

Source : https://unsplash.com/photos/RfnWYWSQlws Hai, tidak terasa kini sudah memasuki bulan Oktober 2019. Itu artinya aku sudah menjadi mahasiswa semester 7 :) Sudah banyak hal yang kulewati selama menjadi mahasiswa di kampusku saat ini, dan salah satu yang terbaru adalah saya baru saja menyelesaikan KKN-P (Kuliah Kerja Nyata-Profesi) di salah satu desa yang berada di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Kini saya disibukkan dengan penyusunan proposal untuk tugas akhir dan semoga semuanya dimudahkan oleh Allah. Postingan setelah ini mungkin terlalu aneh ya HAHA. Tidak apa-apa, tulisan itu dibuat memang dengan sangat asal-asalan. Karena sejujurnya juga saya tidak begitu tahu ingin menuliskan apa, namun di sisi lain terlalu jahat rasanya jika saya memilih untuk meninggalkan blog ini :D Kenapa saya tidak mau meninggalkan blog ini? Karena rasanya menggemaskan ketika membaca ulang tulisan yang saya buat berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun yang lalu. Sambil mengingat-ingat...

Temukan Bahagia dalam Syukurmu

“Enak ya jadi dia” “Seandainya aku jadi dia...” ada segelintir orang yang pernah melontarkan kalimat semacam itu setelah melihat seseorang yang penuh kenikmatan dalam hidupnya dengan segala hal yang banyak orang impikan. Hey, kamu pernah berpikir tidak, apa saja yang telah dilewati oleh seseorang tsb –sebut saja si A sebelum sampai ke titik saat ini, titik yang membuatmu iri setengah mati hingga lupa untuk mensyukuri hidupmu sendiri. Ah, santai saja. Mungkin saja dia berkata seperti itu untuk menjadikannya sebuah motivasi kan? Ya. Bisa saja seperti itu. Untuk dijadikan motivasi sangat bagus. Tapi aku melihat, banyak sekali remaja-remaja sekarang yang hanya menjadikannya sebagai objek ke-iri-an mereka. Bukan motivasi. Bukankah jika mereka hendaknya menjadikan si A sebagai motivasi maka mereka akan mulai berpacu secepat mungkin? Tapi nyatanya kebanyakan orang hanya terpaku dan lupa terpacu. Tapi.. Pernahkah kita berpikir apa saja yang orang tsb telah lalui? Ak...

Untukmu yang kini merasa gagal

rasanya tidak pantas disebut 'pejuang' jika gagal di sbmptn--atau apapun itu lantas membuatmu menyerah dan merutuki diri sendiri. pada tingkat yang paling parah, bahkan ada yang sampai menyalahkan Allah dan semoga itu bukan kamu. pejuang selalu cerdas, kawan. jauh-jauh hari telah ia siapkan berbagai plan, kalau-kalau plan utamanya gagal. karena ia tidak mau menghabiskan waktu menangisi sesuatu yang tidak lagi dapat diubah. aku percaya, kamu pun punya plan b. maka jangan lagi terlalu lama meratapi nasib. bangkitlah kemudian jalankan plan b-mu.  tunjukkan kualitas dari yang kamu sebut 'perjuangan' itu, hingga ia sebanding dengan apa yang kamu perjuangkan.  terakhir, satu hal yang selalu jadi yang terpenting dalam setiap perjuangan,yaitu; doa. karena doa tanpa usaha adalah kesia-siaan, dan usaha tanpa doa adalah kesombongan. Doa-usaha-doa-tawakal😊
Kau takut ia marah,  tapi kau tak takut Tuhanmu murka.  Sahabat bolehkah aku bertanya sekali saja "Masihkah Allah membuatmu jatuh cinta?" Teruntuk semua orang yang terlalu sering mengingat makhlukNya, tapi lupa pada penciptanya. Reski Auliah Ansyahar, Jumat, 24 Maret 2017

Sepenggal Rasa yang Belum Pernah Terucap

Rasanya semakin kesini, semakin cepat perputaran waktu ya? Jujur saja ada rasa ketakutan dalam diriku terhadap perputaran waktu yang begitu cepat ini. Mengingat-ingat kembali masa-masa sepuluh tahun silam, saat itu aku masih bocah kecil berumur  7 tahun yang begitu polos.  Ada banyak hal-hal sederhana yang begitu membahagiakan di masa-masa itu. Mulai dari sarapan pagi bersama keluarga, berangkat ke sekolah dengan vespa, belajar mengaji, dan sebagainya. Hal-hal sederhana itu mampu membuatku tersenyum-senyum saat menuliskannya. Entah mengapa akhir-akhir ini aku begitu merindukan masa-masa kecilku dulu. Entah karena kesepian, bosan atau bahkan lelah. Akupun tidak begitu tahu. Tapi selalu saja di sela-sela flashbackku, aku kembali teringat tentang begitu cepatnya perputaran waktu. Perputaran yang tak mampu aku, dan kita semua kendalikan. Ada sesuatu yang begitu menyesakkan yaitu, semakin berputarnya waktu, orang tuaku pun semakin bertambah tua. Hari demi hari kulihat...