“Enak ya jadi dia” “Seandainya aku jadi dia...” ada segelintir orang yang pernah melontarkan kalimat semacam itu setelah melihat seseorang yang penuh kenikmatan dalam hidupnya dengan segala hal yang banyak orang impikan. Hey, kamu pernah berpikir tidak, apa saja yang telah dilewati oleh seseorang tsb –sebut saja si A sebelum sampai ke titik saat ini, titik yang membuatmu iri setengah mati hingga lupa untuk mensyukuri hidupmu sendiri. Ah, santai saja. Mungkin saja dia berkata seperti itu untuk menjadikannya sebuah motivasi kan? Ya. Bisa saja seperti itu. Untuk dijadikan motivasi sangat bagus. Tapi aku melihat, banyak sekali remaja-remaja sekarang yang hanya menjadikannya sebagai objek ke-iri-an mereka. Bukan motivasi. Bukankah jika mereka hendaknya menjadikan si A sebagai motivasi maka mereka akan mulai berpacu secepat mungkin? Tapi nyatanya kebanyakan orang hanya terpaku dan lupa terpacu. Tapi.. Pernahkah kita berpikir apa saja yang orang tsb telah lalui? Ak...
Setiap penulis akan mati. Hanya karyanyalah yang abadi. Maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat nanti. -Ali bin Abi Thalib-