Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Sepenggal Rasa yang Belum Pernah Terucap

Rasanya semakin kesini, semakin cepat perputaran waktu ya? Jujur saja ada rasa ketakutan dalam diriku terhadap perputaran waktu yang begitu cepat ini. Mengingat-ingat kembali masa-masa sepuluh tahun silam, saat itu aku masih bocah kecil berumur  7 tahun yang begitu polos.  Ada banyak hal-hal sederhana yang begitu membahagiakan di masa-masa itu. Mulai dari sarapan pagi bersama keluarga, berangkat ke sekolah dengan vespa, belajar mengaji, dan sebagainya. Hal-hal sederhana itu mampu membuatku tersenyum-senyum saat menuliskannya. Entah mengapa akhir-akhir ini aku begitu merindukan masa-masa kecilku dulu. Entah karena kesepian, bosan atau bahkan lelah. Akupun tidak begitu tahu. Tapi selalu saja di sela-sela flashbackku, aku kembali teringat tentang begitu cepatnya perputaran waktu. Perputaran yang tak mampu aku, dan kita semua kendalikan. Ada sesuatu yang begitu menyesakkan yaitu, semakin berputarnya waktu, orang tuaku pun semakin bertambah tua. Hari demi hari kulihat...

Melepaskan atau Berjuang

Terkadang ada rasa lelah yang hinggap, ada juga rasa bosan yang sering bermuara menuju kepasrahan. Tapi meski begitu keadaan saat ini sudah banyak memberiku pengalaman dan pelajaran. Tak jarang pula ia membuatku lebih kuat dan memaksaku berpikir lebih dewasa. Kadang aku berpikir, apakah aku memang sanggup untuk bertahan disini? mampukah aku untuk terus berjuang sampai 4 tahun ke depan? Namun lagi-lagi seperti ada yang membisikiku bahwa dimanapun kamu, perjuangan itu harus tetap ada dan ini hanyalah sebuah awal. Sebuah awal dari gambaran kecil kehidupan dunia yang sebenarnya. Maka tak bijak rasanya untuk memutuskan menyerah begitu saja, padahal aku belum benar-benar berjuang.  Mengutip dari tulisan Tia Setiawati, "Ketika kamu hendak melepaskan sebelum berjuang, ingat apa yang kamu genggam sekarang pernah setiap saat kamu minta pada Tuhan". Ya, bagaimana bisa aku tidak mensyukuri ketika Allah telah mengabulkan permintaanku?  Kemudian aku tersadar bahwa aku h...

Pantai Barane

Pantai yang satu ini memang sangat terkenal dikalangan muda-mudi Majene yaitu Barane. Barane merupakan salah satu tempat nongkrong anak-anak muda disini wkwk. Tapi selain anak muda, banyak orangtua yang juga sering berkunjung kesini bersama dengan anak-anak mereka. Ada yang sekedar duduk bersantai, bermain air, dan ada juga yang berkeliling disekitar pantai dengan menggunakan perahu kecil. Perahu tsb disewakan dengan harga umumnya Rp. 10.000 untuk maksimal 4 orang penumpang. Akses untuk ke Pantai Barane pun sangat mudah karena letaknya yang tidak begitu jauh dari pusat kota. Selain itu, pemerintah juga tampaknya sedang mengembangkan fasilitas-fasilitas di Pantai Barane untuk memanjakan para pengunjungnya. Semoga kawasan wisata ini bisa berkembang dengan baik sehingga menjadi ikon wisata untuk Kabupaten Majene. Oia, kurang lengkap rasanya jika mengunjungi suatu tempat tapi tidak mengabadikan momen saat disana. Iya ngga sih? :D Karena itu, mumpung langit di Barane lagi cerah, dan...

Pelabuhan Deteng-Deteng dan Pantai Taraujung

Pelabuhan Deteng-Deteng Ini dia salah satu spot baru untuk menikmati sore hari di Majene. Yaitu pelabuhan yang berlokasi di daerah deteng-deteng. Pelabuhan deteng-deteng ini belum difungsikan. Karena itu, banyak warga yang datang hanya sekedar menikmati suasana sore hari, berjalan-jalan, mengabadikan momen dengan berfoto, dan ada pula beberapa bapak-bapak yang asik memancing. Suasana disini begitu nyaman dan cocok sebagai tempat untuk menantikan sunset di Majene. Hanya saja, saat saya kesana cuaca sedang mendung dan matahari tertutupi awan. Gagal deh! :D Tapi ada satu tempat lagi selain Pelabuhan deteng-deteng ini, yaitu pantai -kalo tidak salah- Taraujung yang berlokasi didaerah Pamboang. Pantai ini terletak didekat Pantai Rewata'a yang terkenal dengan tebing tingginya itu. Berbeda dengan Pantai Rewata'a, Pantai Taraujung ini lokasinya 'sedikit' tersembunyi sehingga mungkin tidak begitu terkenal dikalangan masyarakat Majene apabila dibandingkan dengan Pantai Da...

Jurusan X

Tidak terasa sudah hampir tiba waktunya meninggalkan SMA 2 Majene. Yap, bagi saya rasanya baru kemarin kami menjalani Masa Orientasi Siswa. Rasanya baru kemarin saya berkenalan dengan teman-teman MIA 5. Rasanya... Ya.. rasanya begitu singkat. Kini tibalah dipenghujung masa SMA ini. Tinggal 67 hari lagi kami akan menghadapi Ujian Nasional yang sudah menjadi budaya di Indonesia. Kalau ditanya soal 'sudah siapkah kamu menghadapi UN?', saya berharap bisa menjawab dengan 'ya, saya sangat siap' tapi nyatanya berkebalikan.  Baiklah harusnya saya sadar untuk tidak membuang-buang waktu, segera offline dan mematikan laptop kemudian belajar untuk UN. Hanya saja, saya sedang tidak ingin melakukan apa-apa selain mengisi blog yang usang ini dengan tulisan murahan saya. (wkwk) Oh ya, setelah lulus dari SMA saya berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang perkuliahan. Saya begitu berharap untuk bisa memasuki PTN lewat jalur SNMPTN meskipun saya sebenarnya juga sudah me...