Rasanya semakin kesini, semakin cepat perputaran waktu ya?
Jujur saja ada rasa ketakutan dalam diriku terhadap perputaran waktu yang
begitu cepat ini. Mengingat-ingat kembali masa-masa sepuluh tahun silam, saat
itu aku masih bocah kecil berumur 7 tahun yang begitu polos.
Ada banyak hal-hal sederhana yang begitu membahagiakan di
masa-masa itu. Mulai dari sarapan pagi bersama keluarga, berangkat ke sekolah
dengan vespa, belajar mengaji, dan sebagainya. Hal-hal sederhana itu mampu
membuatku tersenyum-senyum saat menuliskannya.
Entah mengapa akhir-akhir ini aku begitu merindukan
masa-masa kecilku dulu. Entah karena kesepian, bosan atau bahkan lelah. Akupun
tidak begitu tahu. Tapi selalu saja di sela-sela flashbackku, aku kembali
teringat tentang begitu cepatnya perputaran waktu. Perputaran yang tak mampu aku, dan kita semua kendalikan. Ada sesuatu yang begitu menyesakkan yaitu, semakin
berputarnya waktu, orang tuaku pun semakin bertambah tua. Hari demi hari
kulihat perubahan-perubahan mereka.
Sudah banyak keluhan-keluhan sakit yang mereka
alami.
Sudah sering kulihat mereka kesulitan untuk membaca tanpa
bantuan kacamata.
Sudah banyak keriput di wajah mereka.
Sudah sering kudengar kata “lupa” terucap dari bibirnya.
Namun ada sesuatu yang tidak berubah: Kasih mereka. Ah memang
cinta terbaik manusia selain cinta seorang Rasul pada ummatnya yaitu cinta orangtua
pada anaknya bukan?
Ketahuilah Papi, Mami.. Aku selalu merindukan pulang. Hanya
saja, aku harus bertahan selama 4 tahun ini. Waktu yang begitu lama buatku. Ku
mohon, tetaplah baik-baik saja. Tetaplah kuat. Tetaplah tersenyum.
Ketahuilah Papi,Mami.. Nama kalian tetap berada di deretan
atas daftar orang-orang yang ingin kubahagiakan. Seberat apapun ujian yang
kalian alami saat ini dan ke depannya, tetaplah kuat. Karena ada anakmu
disini.. meski jauh, namamu tetap berada dalam bait-bait doanya. Percayalah.
Oh ya, semua yang kutulis ini belum pernah kuucapkan langsung dihadapan Papi dan Mami ya? Maaf, karena rasanya aku takkan pernah mampu mengucapkannya. Tangisku akan selalu mendahului sebelum kata mencoba untuk keluar.
Makassar, 16 Oktober 2016
Reski Auliah Ansyahar

Komentar
Posting Komentar