Langsung ke konten utama

Yang Kau Butuh Sederhana

Terkadang kita hanya butuh seorang teman, yang ada tanpa perlu dipanggil, yang menolong tanpa perlu memohon, yang siap mendengar tanpa perlu diminta. Sayangnya, beberapa bulan terakhir aku sering membaca berbagai kisah yang memilukan hati dari beberapa orang. Karena lingkungannya yang kurang suportif dan tidak ada simpati dari orang-orang sekelilingnya membuat semuanya menjadi terasa lebih kacau.

Segelintir orang akan berpikir ratusan kali untuk sekadar ingin mencurahkan isi hati dan kepalanya kepada orang lain. Krisis kepercayaan yang dimiliki bukannya tidak berdasar. Kita sering kali bertindak terlalu apatis terhadap permasalahan orang lain (utamanya jika memang itu tidak ada sangkut pautnya dengan diri kita). Sebab lainnya seringkali karena ketidak mampuan kita untuk menjaga apa yang telah orang tsb curahkan untuk tetap menjadi privasi. Selain itu, seringkali kita juga tidak memberikan respon yang baik setiap saat seseorang berbicara tentang masalahnya.

Kita semua perlu belajar bagaimana menghargai orang lain. Seringkali sesuatu yang terlihat begitu sepele di mata kita, ternyata dianggap berbeda di mata orang lain. We sometimes have no idea how much the thing means to someone else's world. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Minggu

hari minggu ga ada kerjaan.. sekarang sih pembukaan AKSI. temen-temen semua datang.. saya ga ikutan. lebih senang dirumah rasanya. tapi penasaran juga sih,gimana pembukaan AKSI tahun ini. kira-kira bagusan mana,yang tahun lalu atau yang sekarang? haha.. :D sebenarnya pengen ikutan ngeliat juga, tapi lagi malas. so, mendingan dirumah,duduk manis sambil download video. kali ini saya bebas soalnya kakak lagi di jalan2 ke LN . jadi, yang nguasain kamarnya itu saya.. ahahha.. minggu kebebasan. wkwkkwkw tapi minggu ini,pikiran saya agak terbebani dengan UAS yang semakin mendekat. persiapan saya rasanya belum matang. so, sekarang ga boleh online terus. ingat UAS dan UN  makin mendekat.. jangan sampai nilainya hancur gara-gara online terus.. :D meski godaan untuk online itu levelnya tinggi banget, but i shouldn't keep away from facebook,twitter,etc. yeah.. i must study hard for UAS and UN.. keep fighting Aul..

Jurusan X

Tidak terasa sudah hampir tiba waktunya meninggalkan SMA 2 Majene. Yap, bagi saya rasanya baru kemarin kami menjalani Masa Orientasi Siswa. Rasanya baru kemarin saya berkenalan dengan teman-teman MIA 5. Rasanya... Ya.. rasanya begitu singkat. Kini tibalah dipenghujung masa SMA ini. Tinggal 67 hari lagi kami akan menghadapi Ujian Nasional yang sudah menjadi budaya di Indonesia. Kalau ditanya soal 'sudah siapkah kamu menghadapi UN?', saya berharap bisa menjawab dengan 'ya, saya sangat siap' tapi nyatanya berkebalikan.  Baiklah harusnya saya sadar untuk tidak membuang-buang waktu, segera offline dan mematikan laptop kemudian belajar untuk UN. Hanya saja, saya sedang tidak ingin melakukan apa-apa selain mengisi blog yang usang ini dengan tulisan murahan saya. (wkwk) Oh ya, setelah lulus dari SMA saya berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang perkuliahan. Saya begitu berharap untuk bisa memasuki PTN lewat jalur SNMPTN meskipun saya sebenarnya juga sudah me...

Melepaskan atau Berjuang

Terkadang ada rasa lelah yang hinggap, ada juga rasa bosan yang sering bermuara menuju kepasrahan. Tapi meski begitu keadaan saat ini sudah banyak memberiku pengalaman dan pelajaran. Tak jarang pula ia membuatku lebih kuat dan memaksaku berpikir lebih dewasa. Kadang aku berpikir, apakah aku memang sanggup untuk bertahan disini? mampukah aku untuk terus berjuang sampai 4 tahun ke depan? Namun lagi-lagi seperti ada yang membisikiku bahwa dimanapun kamu, perjuangan itu harus tetap ada dan ini hanyalah sebuah awal. Sebuah awal dari gambaran kecil kehidupan dunia yang sebenarnya. Maka tak bijak rasanya untuk memutuskan menyerah begitu saja, padahal aku belum benar-benar berjuang.  Mengutip dari tulisan Tia Setiawati, "Ketika kamu hendak melepaskan sebelum berjuang, ingat apa yang kamu genggam sekarang pernah setiap saat kamu minta pada Tuhan". Ya, bagaimana bisa aku tidak mensyukuri ketika Allah telah mengabulkan permintaanku?  Kemudian aku tersadar bahwa aku h...