Langsung ke konten utama

Tugas membuat Komik

hahaha.. beberapa waktu yang lalu aku dikasih tugas sama Bu Rahmah yaitu membuat komik. sangat membingungkan dan terasa aneh bagiku.. yaa! aku tak cukup kreatifitas untuk membuat sebuah komik. isinya minimal 20 lembar.. aku bingung bingung dan sangat bingung. hahaha maaf ya kalo aku agak lebay tp nyatanya memang itu yang aku rasakan saat Bu Rahmah memberi tugas itu. di beri waktu 2 minggu rasanya sangat tak cukup bagiku apalagi sifat ku yang suka menunda-nunda sesuatu semakin menyulitkan langkahku untuk membuat komik tersebut. hehehe jangan dicontoh ya teman-teman. tapi Alhamdulillah aku berhasil membuat komik tersebut meskipun hasilnya sangat tidak bagus. ada perasaan malu sih saat memperlihatkannya ke teman-temanku namun disisi lain aku juga merasa bangga karena aku sudah mampu membuat komik buatanku sendiri.
karena sifatku yang suka menunda-nunda sesuatu,aku baru mengerjakannya pada hari minggu padahal aku udah tau kalo hari selasa komik itu sudah harus di setor ke bu guru. tapi syukurlah,aku berhasil menyelesaikannya. aku mengerjakannya dari jam setengah tujuh sampai setengah sebelas. huft! hari itu sangat melelahkan bagiku tapi gapapa,semuanya terasa terbayar ketika melihat komik ku selesai.
hmm.. rasanya sampai disini dulu ya! jangan sampai kalian bosen dengar cerita aku. hehehee
oia,kalo selesai baca postingan ini jangan lupa mampir ke blog ku lagi ya! sekalian follow blog ku juga. hihihihi..

bye semuaaaa


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Minggu

hari minggu ga ada kerjaan.. sekarang sih pembukaan AKSI. temen-temen semua datang.. saya ga ikutan. lebih senang dirumah rasanya. tapi penasaran juga sih,gimana pembukaan AKSI tahun ini. kira-kira bagusan mana,yang tahun lalu atau yang sekarang? haha.. :D sebenarnya pengen ikutan ngeliat juga, tapi lagi malas. so, mendingan dirumah,duduk manis sambil download video. kali ini saya bebas soalnya kakak lagi di jalan2 ke LN . jadi, yang nguasain kamarnya itu saya.. ahahha.. minggu kebebasan. wkwkkwkw tapi minggu ini,pikiran saya agak terbebani dengan UAS yang semakin mendekat. persiapan saya rasanya belum matang. so, sekarang ga boleh online terus. ingat UAS dan UN  makin mendekat.. jangan sampai nilainya hancur gara-gara online terus.. :D meski godaan untuk online itu levelnya tinggi banget, but i shouldn't keep away from facebook,twitter,etc. yeah.. i must study hard for UAS and UN.. keep fighting Aul..

Jurusan X

Tidak terasa sudah hampir tiba waktunya meninggalkan SMA 2 Majene. Yap, bagi saya rasanya baru kemarin kami menjalani Masa Orientasi Siswa. Rasanya baru kemarin saya berkenalan dengan teman-teman MIA 5. Rasanya... Ya.. rasanya begitu singkat. Kini tibalah dipenghujung masa SMA ini. Tinggal 67 hari lagi kami akan menghadapi Ujian Nasional yang sudah menjadi budaya di Indonesia. Kalau ditanya soal 'sudah siapkah kamu menghadapi UN?', saya berharap bisa menjawab dengan 'ya, saya sangat siap' tapi nyatanya berkebalikan.  Baiklah harusnya saya sadar untuk tidak membuang-buang waktu, segera offline dan mematikan laptop kemudian belajar untuk UN. Hanya saja, saya sedang tidak ingin melakukan apa-apa selain mengisi blog yang usang ini dengan tulisan murahan saya. (wkwk) Oh ya, setelah lulus dari SMA saya berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang perkuliahan. Saya begitu berharap untuk bisa memasuki PTN lewat jalur SNMPTN meskipun saya sebenarnya juga sudah me...

Melepaskan atau Berjuang

Terkadang ada rasa lelah yang hinggap, ada juga rasa bosan yang sering bermuara menuju kepasrahan. Tapi meski begitu keadaan saat ini sudah banyak memberiku pengalaman dan pelajaran. Tak jarang pula ia membuatku lebih kuat dan memaksaku berpikir lebih dewasa. Kadang aku berpikir, apakah aku memang sanggup untuk bertahan disini? mampukah aku untuk terus berjuang sampai 4 tahun ke depan? Namun lagi-lagi seperti ada yang membisikiku bahwa dimanapun kamu, perjuangan itu harus tetap ada dan ini hanyalah sebuah awal. Sebuah awal dari gambaran kecil kehidupan dunia yang sebenarnya. Maka tak bijak rasanya untuk memutuskan menyerah begitu saja, padahal aku belum benar-benar berjuang.  Mengutip dari tulisan Tia Setiawati, "Ketika kamu hendak melepaskan sebelum berjuang, ingat apa yang kamu genggam sekarang pernah setiap saat kamu minta pada Tuhan". Ya, bagaimana bisa aku tidak mensyukuri ketika Allah telah mengabulkan permintaanku?  Kemudian aku tersadar bahwa aku h...