Langsung ke konten utama

beginilah seharusnya kita bersaudara

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Disebuah desa yg subur, hiduplah 2 lelaki bersaudara. Sang kakak telah berkeluarga dgn 2 orang anak, sedangkan si adik masih melajang.

Mereka menggarap satu lahan berdua dan ktka panen, hasilnya mereka bagi sama rata.

Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir. "pembagian ini sungguh tidak adil, seharusnya kakakku lah yg mendapat bagian lebih banyak karena dia hidup dengan istri dan kedua anaknya.

"Maka dimalam yang sunyi itu diam2 dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya dilumbung padi milik kakaknya".

Ditempat yg lain, sang kakak juga berfikir, "pembagian ini adil jika adikku mendapat bagian yang lebih bnyak, karena ia hidup sendiri, jika terjadi apa2 dengannya tak ada yang mengurus, sedangkan aku ada anak dan istri yg kelak merawatku."

Maka sang kakakpun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dengan diam2 ke lumbung milik sang adik.

Kejadian ini terjadi bertahun-tahun ...

Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka seperti tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?

Hingga disuatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua bertemu ditengah jalan.

Masing2 mereka menggotong satu karung padi ...

Tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika itu juga mereka saling memeluk erat, mereka sungguh terharu ber urai air mata menyadari betapa mereka saling menyayangi.

Beginilah seharusnya kita bersaudara ...

Jangan biarkan Harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi perekat yg teramat kuat diantara saudara.

Tuhan telah menanamkan cinta pada hati mereka yg mau lelah memikirkan nasib saudara2 mereka.

Tuhan tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan orang lain.

Tuhan tak akan menyusahkan kita yg selalu berusaha membahagiakan orang lain ...!

Semoga bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Minggu

hari minggu ga ada kerjaan.. sekarang sih pembukaan AKSI. temen-temen semua datang.. saya ga ikutan. lebih senang dirumah rasanya. tapi penasaran juga sih,gimana pembukaan AKSI tahun ini. kira-kira bagusan mana,yang tahun lalu atau yang sekarang? haha.. :D sebenarnya pengen ikutan ngeliat juga, tapi lagi malas. so, mendingan dirumah,duduk manis sambil download video. kali ini saya bebas soalnya kakak lagi di jalan2 ke LN . jadi, yang nguasain kamarnya itu saya.. ahahha.. minggu kebebasan. wkwkkwkw tapi minggu ini,pikiran saya agak terbebani dengan UAS yang semakin mendekat. persiapan saya rasanya belum matang. so, sekarang ga boleh online terus. ingat UAS dan UN  makin mendekat.. jangan sampai nilainya hancur gara-gara online terus.. :D meski godaan untuk online itu levelnya tinggi banget, but i shouldn't keep away from facebook,twitter,etc. yeah.. i must study hard for UAS and UN.. keep fighting Aul..

Jurusan X

Tidak terasa sudah hampir tiba waktunya meninggalkan SMA 2 Majene. Yap, bagi saya rasanya baru kemarin kami menjalani Masa Orientasi Siswa. Rasanya baru kemarin saya berkenalan dengan teman-teman MIA 5. Rasanya... Ya.. rasanya begitu singkat. Kini tibalah dipenghujung masa SMA ini. Tinggal 67 hari lagi kami akan menghadapi Ujian Nasional yang sudah menjadi budaya di Indonesia. Kalau ditanya soal 'sudah siapkah kamu menghadapi UN?', saya berharap bisa menjawab dengan 'ya, saya sangat siap' tapi nyatanya berkebalikan.  Baiklah harusnya saya sadar untuk tidak membuang-buang waktu, segera offline dan mematikan laptop kemudian belajar untuk UN. Hanya saja, saya sedang tidak ingin melakukan apa-apa selain mengisi blog yang usang ini dengan tulisan murahan saya. (wkwk) Oh ya, setelah lulus dari SMA saya berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang perkuliahan. Saya begitu berharap untuk bisa memasuki PTN lewat jalur SNMPTN meskipun saya sebenarnya juga sudah me...

Melepaskan atau Berjuang

Terkadang ada rasa lelah yang hinggap, ada juga rasa bosan yang sering bermuara menuju kepasrahan. Tapi meski begitu keadaan saat ini sudah banyak memberiku pengalaman dan pelajaran. Tak jarang pula ia membuatku lebih kuat dan memaksaku berpikir lebih dewasa. Kadang aku berpikir, apakah aku memang sanggup untuk bertahan disini? mampukah aku untuk terus berjuang sampai 4 tahun ke depan? Namun lagi-lagi seperti ada yang membisikiku bahwa dimanapun kamu, perjuangan itu harus tetap ada dan ini hanyalah sebuah awal. Sebuah awal dari gambaran kecil kehidupan dunia yang sebenarnya. Maka tak bijak rasanya untuk memutuskan menyerah begitu saja, padahal aku belum benar-benar berjuang.  Mengutip dari tulisan Tia Setiawati, "Ketika kamu hendak melepaskan sebelum berjuang, ingat apa yang kamu genggam sekarang pernah setiap saat kamu minta pada Tuhan". Ya, bagaimana bisa aku tidak mensyukuri ketika Allah telah mengabulkan permintaanku?  Kemudian aku tersadar bahwa aku h...